Promosi yang akan kami lakukan adalah:
1. Membuat poster untuk mempromosikan perpustakaan di tempat - tempat pengumuman sekolah dipasang
2. Memberi saran kepada guru agar memberikan tugas yang membutuhkan referensi buku di perpustakaan
3. Memberi saran kepada guru - guru agar mengadakan kelas di dalam perpustakaan
Blog ini diperuntukkan untuk tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Perpustakaan dalam melaporkan Progress Report dari kelompok DEWEY.
Sunday, April 29, 2012
Thursday, April 5, 2012
Proposal Service Learning Kelompok Dewey
PROPOSAL KEGIATAN
SERVICE LEARNING SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN
DI SMKN 11 SURABAYA
Diajukan Dalam Rangka Program Service Learning Untuk
Mata Kuliah Sistem Informasi
Perpustakaan
Diusulkan oleh :
Jessica Florencia
LEMBAR PENGESAHAN
1. &nbrp; Judul Proyek Service Learning : Pemberdayaan Sistem Informasi
Perpustakaan di Perpustakaan Sekolah
- Lokasi : Perpustakaan SMKN 11 Surabaya
- Penanggung Jawab
Nama :
Jessica Florencia
Alamat : Jl. Siwalankerto
no. 81, Surabaya
Telepon/HP : -
/ 081933824892
e-mail :
jca_bunny2@yahoo.com
Lembaga Pengusul : Jurusan Teknik Informatika
- Jumlah Mahasiswa : 5 (orang)
- Biaya yang Diusulkan : Biaya peralatan label rak Rp. 10.000,-
Biaya laminating label Rp. 15.000,-
Biaya
pembenahan Rp.
100.000.-
Biaya
print manual book Rp. 50.000,-
Biaya
jilid manual book Rp. 20.000,-
Biaya
print kuisioner Rp. 20.000,-
Biaya
print laporan observasi Rp. 20.000,-
Biaya
jilid laporan observasi Rp. 5.000,-
Biaya
print laporan akhir Rp. 50.000,-
Biaya
jilid laporan akhir Rp. 10.000,-
Biaya
lain-lain Rp.
200.000,-
Jumlah Total Biaya : Rp. 415.000,-
- Periode Pelaksanaan : April – Juni 2012
|
Mengetahui/Menyetujui
|
Surabaya, 5
April 2012
|
|
Dosen Pengasuh
Mata Kuliah
|
Penanggung
Jawab
|
|
(Arlinah
Imam Rahardjo, SIP, MLIS)
|
(Jessica
Florencia)
|
|
I. Deskripsi Kegiatan 4
Judul 4
Lokasi 4
Bidang Kegiatan 4
Latar belakang 4
Tujuan 7
Hasil Yang Diharapkan 7
Lingkup Program 8
1. Kelompok Sasaran 8
2. Jenis Pembiayaan secara spesifik 8
Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Partisipatif 9
1. Persiapan Pembekalan 9
2. Tindakan Pelaksanaan 10
3. Monitoring Dan Evaluasi Program 11
Rencana Keberlanjutan Program 12
Pembiayaan 12
II.
Lampiran 14
1.
Pembiayaan 14
2.
Refleksi Individu 15
|
A. Judul
Pemberdayaan
Sistem Informasi Perpustakaan di Perpustakaan Sekolah
B. Lokasi
SMKN 11 Surabaya
C. Bidang Kegiatan
1.
Manajemen Perpustakaan
2.
Pembangunan Koleksi
Perpustakaan
3.
Pengolahan koleksi
Perpustakaan
4.
Katalog Perpustakaan
5.
Layanan Pengguna
Perpustakaan
6.
Promosi Perpustakaan
D. Latar Belakang
Kurangnya penataan buku yang belum diproses/di-invent
sehingga bisa membuat buku tersebut hilang ataupun rusak. Perpustakaan di SMKN 11 ini telah menggunakan
teknologi komputer, tetapi masalah yang ada adalah kurangnya SDM yang dapat
mengeoperasikan teknologi tersebut. Tantangan yang akan dihadapi adalah
pencatatan peminjaman dan pengembalian buku secara manual yang dapat
meningkatkan potensi kehilangan koleksi. Dibandingkan dengan perpustakaan
institusi pendidikan yang cukup besar seperti Universitas Kristen Petra yang
sudah teratur dan mempunyai standar
dalam proses inventaris koleksi.
Oleh karenanya, kami akan menjalankan service learning
di perpustakaan tersebut dengan membantu mengolah buku dari proses inventory
sampai penataan di rak dan melibatkan penjaga perpustakaan dalam kegiatan.
Mempelajari sistem informasi perpustakaan yang sudah ada dan mengajarkan pada
penjaga perpustakaan agar program tersebut dapat digunakan di waktu kedepan.
Kami juga akan menyarankan penggunaaan sistem
klasifikasi Dewey Decimal Classification
(DDC) untuk proses inventory, karena di Indonesia yang banyak dipakai adalah
sistem klasifilasi Dewey Decimal
Classification. Membuat manual book dengan
mengikuti sistem tata tulis yang baik dan benar dan tidak terlalu mengarah ke
teknologi informasi seperti adanya DFD, ERD agar manual book dapat dimengerti oleh pengguna sistem yang tidak
memiliki latar belakang pendidikan komputer.
Untuk software Sistem Informasi Perpustakaan kami melingkupi bagian pengadaan
perpustakaan, dimana pengguna perpustakaan dapat memasukkan karya tulis
miliknya menjadi koleksi perpustakaan melalui website.
1.
Profil Kelompok
Kelompok “Dewey” terdiri dari :
·
Eric Jonathan (2640954)
·
Tjindrata Budianto (26409060)
·
Ervina Limpo (26409080)
·
Jessica Florencia (26409083)
·
Helen Puspa (26409112)
Kelompok kami
bernama “Dewey”. Dahulu kala, ada perpustakaan di sebuah kota, tetapi
perpustakaan itu sangat sepi dan seperti “perpustakaan mati”. Suatu hari, sang
penjaga perpustakaan menemukan kucing kecil yang dibuang dan kedinginan hampir
mati di luar perpustakaan. Lalu dia membawa kucing itu ke dalam perpustakaan
dan menjaganya, lalu kucing itu akhirnya tinggal disana. Dewey akhirnya kucing yang tinggal di perpustakaan dan akhirnya
menjadi pusat perhatian yang mengundang banyak orang untuk ke perpustakaan itu
karena kelucuan, kecerdasan, dan interaksinya dengan pengunjung perpustakaan.
Dengan Dewey di perpustakaan itu, perpustakaan menjadi banyak pengunjung dan
tidak sepi lagi.
Kelompok kami ingin menjadi seperti Dewey yang dapat mengubah
persepsi orang terhada perpustakaan, bahwa perpustakaan itu sudah seharusnya
sepi dan adalah tempat yang membosankan. Selain itu kami juga ingin agar
kelompok kami dapat memperkenalkan sistem perpustakaan yang benar dengan contoh
perpustakaan Petra kepada perpustakaan tempat kami service learning nantinya.
Seperti Dewey yang memperkenalkan perpustakaan kepada banyak orang.
2.
Profil tempat Service Learning
Jumlah staff
: 1 orang
Jenis pengguna : siswa/i, pengajar SMKN 11
Jumlah pengguna : 20
orang / hari
Jenis perpustakaan : Edukator
Jenis koleksi : Buku-buku referensi seni dan kamus
Jumlah koleksi : ±1,000 buku
Layanan yang ada :
Pengadaan, Pengolahan, Sirkulasi
Kondisi : Bersih, ber-ac, penataan buku-buku masih
kurang teratur,
memiliki fasilitas komputer tetapi tidak manfaatkan, memiliki
rak penyimpanan
sepatu dan tas bagi pengunjung.
Peraturan : Jumlah
peminjaman Max. 10 buku / hari / orang, waktu
peminjaman max.1
minggu, denda Rp. 200 / hari.
Visi SMKN 11
Menjadikan
Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 11 Surabaya sebagai Industri pendidikan dalam
bidang seni budaya dan teknologi yang layak jual dan bersaing di era
globalisasi.
Misi SMKN 11
o
Mewujudkan tamatan yang memiliki imtaq dan budi
pekerti luhur, kualified, jiwa enterpreneur dan mampu melanjutkan ke tingkat
yang lebih tinggi.
o
Meningkatkan fungsi SMK sebagai PPKT pada era
otonomi daerah dan Renstra Dikmenjur.
o
Mendukung Visi dan Misi pemerintah daerah dalam
pengembangan potensi sumber daya dengan semangat otonomi daerah.
o
Menjadikan bahasa asing terutama bahasa Inggris
SMK sebagai budaya Language Conversation Club (LCC).
o
Menjadikan SMK Negeri 11 Surabaya sebagai
sekolah yang bernilai seni dan budaya.
Tujuan SMKN 11 :
Sesuai dengan visi dan misi menjadikan dirinya sebagai pusat pendidikan kejuruan seni rupa dan teknologi terbaik di Indonesia, tujuan utama SMK Negeri 11 Surabaya adalah menghasilkan tenaga ahli dan terampil dalam bidang seni rupa dan teknologi yang mampu bekerja secara profesional, baik di lingkungan masyarakat, pemerintah, maupun industri.
E. Tujuan
1. Mengajarkan sistem informasi perpustakaan
yang diajarkan di kuliah kepada perpustakaan, khususnya institusi sekolah
tingkat menengah.
2. Menjadikan Perpustakaan SMKN 11 sebagai
suatu wadah pembelajaran yang berkualitas bagi siswa/siswi sekolah tersebut.
3. Mempelajari
dan terlibat secara langsung dalam sistem informasi yang ada di perpustakaan
yang berbeda skalanya dengan perpustakaan besar seperti Perpustakaan
Universitas Kristen Petra.
4. Berinteraksi
dan melibatkan diri secara langsung dengan pengurus dan pengguna perpustakaan
sasaran service learning.
5. Membuat manual book dari sistem perpustakaan
yang sudah digunakan di perpustakaan tersebut untuk menjadi pegangan dan
penolong bagi user, baik pustakawan maupun bukan, dalam menggunakan sistemnya.
6.
Membangun website Library
2.0 yang memperbolehkan pengguna perpustakaan SMKN 11 dapat memberikan
koleksi karya tulis menjadi koleksi perpustakaan via online.
F. Hasil Yang Diharapkan
Pepustakaan sekolah tersebut dapat dimanfaatkan oleh
siswa/siswi maupun pengajar dalam memperoleh ilmu pengetahuan ataupun
referensi. Sehingga perpustakaan tersebut dapat berfungsi sdbagai mana mestinya
perpustakaan itu ada. Dengan adanya manual
book dari sistem pelayanan perpustakaan kami berharap sistem yang
komputerisasi terus digunakan maupun dikembangkan. Sehingga perpustakan bisa
lebih berkembang.
Membuat buku manual yang menjelaskan bagaimana sistem
informasi perpustakaan yang telah ada beroperasi. Buku manual ini akan pegangan petugas
perpustakaan untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan fungsi-fungsi utama
dari program tersebut. Semua anggota kelompok Dewey dan petugas perpustakaan
dapat terlibat bersama-sama selama kegiatan Service Learning. Dapat menyelesaikan software yang sudah
direncanakan.
G. Lingkup Program Service Learning Dan Perancangan Sistem
Informasi Perpustakaan
1.
Kelompok Sasaran
Petugas perpustakaan dan
murid-murid SMKN 11. Jenis sasaran adalah pustakawan dan pengguna layanan
perpustakaan (murid sekolah) dengan kisaran umur 15-18 tahun dan merupakan
siswa-siswi aktif (masih merupakan siswa-siswi) SMKN 11.
2. Jenis
Pemberdayaan Secara Spesifik
Menggunakan sistem informasi perpustakaan yang sudah ada,
mempelajari serta mengajarkan cara pemakaiannya pada petugas perpustakaan yang
bertugas. Memperbaiki sistem perpustakaan secara fisik seperti proses inventory
buku yang ada di perpustakaan sekarang.
H. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi partisipatif Service Learning
1.
Persiapan dan Pembekalan
a. Mekanisme
pelaksanaan kegiatan Service Learning
|
Jadwal
/ Alokasi Waktu / Tempat
|
Kegiatan
|
Target
|
|
Hari ke-1
20 April 2012 / 4 jam
Perpustakaan SMKN 11
|
- Pengenalan
- Membantu kegiatan perpustakaan
dan mengajarkan sistem informasi perpustakaan yang baik
- Mempelajari
program sistem informasi perpustakaannya
- Membuat
rangka buku manual
|
- Petugas perpustakaan
- Siswa-siswi
pengguna perpustakaan
|
|
Hari ke-2
27 April 2012 / 4 jam
Perpustakaan SMKN 11
|
- Membantu kegiatan perpustakaan
dan mengajarkan sistem informasi perpustakaan yang baik
- Membuat
buku manual
- Evaluasi
sementara akan respon petugas terhadap buku manual yang sudah dibuat
|
- Petugas perpustakaan
|
|
Hari ke-3
4 Mei 2012 / 4 jam
Perpustakaan SMKN 11
|
- Membantu kegiatan perpustakaan
dan mengajarkan sistem informasi perpustakaan yang baik
- Membuat
buku manual
- Evaluasi
akhir akan respon petugas terhadap buku manual yang sudah dibuat
|
- Petugas perpustakaan
|
b.
Materi Persiapan dan pembekalan Service
Learning
1. Membuat papan nama rak buku
Bahan : alat tulis, laptop, alat
gambar, karton HVS 1 meter
2.
Mengolah buku-buku yang belum di-invent
Bahan : stiker label, laptop
3.
Mempelajari sistem informasi perpustakaan SMKN 11
Bahan : laptop
4.
Membuat buku manual sistem informasi perpustakaan SMKN
11
Bahan : laptop
2.
Tindakan
Pelaksanaan
a. Langkah-langkah
yang dilakukan agar service learning dapat mencapai target :
1) Mengajari
bagaimana menggunakan sistem informasi perpustakaan yang sudah ada
2) Langkah-langkah operasional secara
specifik yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang dideskripsikan pada
latar belakang, termasuk jadual dan siapa yang bertugas, dimana, apa yang
dilakukan, apa yang dihasilkan
- Membenahi perpustakaan SMKN 11
Jadwal
: Hari ke-1 (20 April 2012) sampai hari ke-3 (4 Mei 2012)
Pelaksana
: Anggota kelompok Dewey
Tempat
: Perpustakaan SMKN 11
Kegiatan
:
-
Mengatur buku-buku di rak
-
Membuat label rak
-
Melakukan inventory buku-buku baru yang belum
sempat diolah
-
Mengajarkan cara inventory pada petugas
perpustakaan sekarang
-
Mempelajari sistem informasi perpustakaan SMKN
11
-
Memberikan pengajaran cara memakai program
sistem informasi perpustakaan SMKN 11 kepada petugas perpustakaan
-
Membuat modul penggunaan program agar dapat
digunakan oleh petugas lainnya di masa depan nanti
Hasil yang diharapkan :
-
Petugas perpustakaan dapat mengetahui dan
melakukan cara inventory yang benar
-
Perpustakaan SMKN 11 dapat lebih rapi dilihat.
-
Petugas perpustaka`n dapat menggunakan sistem
informasi yang sudah ada
Program sistem informasi perpustakaan yang
sudah ada di Perpustakaan SMNK 11 dapat digunakan lagi dengan baik, dan tidak
menjadi sia-sia.
-
Merancang dan membuat web library 2.0 pada bidang
pengadaan untuk perpustakaan :
Jadwal : Hari
ke-1 (20 April 2012) sampai hari ke-3 (4 Mei 2012), dilanjutkan
diluar jadwal service learning
Pelaksana an: Anggota kelompok Dewey
Tempat
: Perpustakaan SMKN 11
Kegiatan :
-
Mendesain database yang diperlukan
-
Membuat user interface website
-
Memprogram website library 2.0
-
Melakukan testing terhadap program
Hasil yang diharapkan :
-
Program dapat selesai dan melewati proses
testing
3. Monitoring dan Evaluasi Program
|
No.
|
Program
|
Waktu Monitoring & Evaluasi
|
Indikator Keberhasilan yang akan diukur
|
Catatan Perkembangan kegiatan
|
Status akhir
hasil pemantauan dan keterangan
|
|
1.
|
Melakukan inventaris buku
|
Setiap hari service learning
dilakukan
|
30 buah buku dari buku yang belum
di-invent sudah diolah dalam database dan dimasukkan ke rak
|
|
|
|
2.
|
Membenahi rak buku
|
20 April 2012
|
Rak-rak buku sudah ber-label dan
dapat menarik minat serta membantu pengunjung perpustakaan
|
|
|
|
3.
|
Membuat manual book
|
27 April 2012 & 4 Mei 2012
|
Manual book sudah selesai di
jilid dan isinya dapat dimengerti oleh petugas perpustakaan/user program
|
|
|
|
4.
|
Membuat library 2.0
|
20 April 2012 - 1 Juni 2012
|
Program selesai dan lulus testing
|
|
|
I. Rencana Keberlanjutan Program
Menawarkan program yang sudah jadi
kepada perpustakaan SMKN 11 atau kepada perpustakaan lainnya.
J. Pembiayaan
(Lampiran 1)
Lampiran 1. Rincian
Pembiayaan
Uraian Kegiatan |
Nama Satuan
|
Jumlah sat
(Rp)
|
Vol.
|
Jumlah
(Rupiah)
|
Kontribusi
|
|
|
Mahasiswa peserta
|
Fak/ Jur/ PS
|
|||||
|
I. PERSIAPAN
|
||||||
|
1. Persiapan perlengkapan
|
Karton manila putih
|
3.000
|
1
|
3.000
|
|
3.000
|
|
|
Alat tulis dan gambar
|
7.000
|
1
|
7.000
|
|
7.000
|
|
|
Laminating label
|
|
|
15.000
|
|
15.000
|
|
SUB TOTAL I
|
|
|
25.000
|
|||
|
II. PELAKSANAAN PROGRAM
|
||||||
|
1. Evaluasi
|
Kuisioner
|
20.000
|
50
|
20.000
|
|
20.000
|
|
2. Membuat manual book
|
Print manual book
|
50.000
|
1
|
50.000
|
|
50.000
|
|
|
Jilid manual book
|
20.000
|
1
|
20.000
|
|
20.000
|
|
2.
Kegiatan tak terduga
|
Biaya lain-lain
|
200.000
|
|
200.000
|
|
200.000
|
|
SUB TOTAL II
|
|
|
290.000
|
|||
|
III. PELAPORAN
|
||||||
1. Laporan Observasi |
Print laporan
|
20.000
|
1
|
20.000
|
|
20.000
|
|
|
Jilid laporan
|
5.000
|
1
|
5.000
|
|
5.000
|
2. Laporan Akhir |
Print laporan
|
50.000
|
1
|
50.000
|
|
50.000
|
|
|
Jilid laporan
|
10.000
|
1
|
10.000
|
|
10.000
|
|
SUB TOTAL III
|
|
|
85.000
|
|||
|
TOTAL
|
|
|
500.000
|
|||
Lampiran 2. Refleksi Individu
Eric Jonathan Riyanto (26409054)
Di kelas saya mendapat banyak pengetahuan
tentang system informasi perpustakaan di antaranya seperti jenis-jenis
perpustakaan,peranan dan fungsi perpustakaan,kegiatan yang dilakukan di perpustakaan
seperti pengadaan, processing, customer services, promosi, etc. Dan juga saya
mempelajari tentang struktur organisasi yang mungkin diterapkan di
perpustakaan.
Saya juga mempelajari
tentang proses pengadaan,asal usul koleksi perpustakaan yang berawal dari batu,
kemudian kertas dan akhirna menjadi buku, kaset CD/DVD, dan digital yang
modern. Dan juga belajar mengenai proses pengadaan beserta skill2 yang
dibutuhkan dalam melakukan proses pengadaan.
Saya juga belajar
mengenai trend2 yang terdapat di perpustakaan modern saat ini dan juga 5 cara
yang wajib untuk menjadikan perpustakaan yang bagus. Saya juga belajar mengenai
proses processing dalam perpustakaan seperti mengklasifikasi buku,membuat
catalog buku,menglabeli buku beserta skill2 yang dibutuhkan dan belajar
mengenai proses sirkulasi.
Kelompok saya belum
melakukan aktivitas service learning sehingga saya belum bisa mennjelaskan
tentang apa yang kita dapat disana dan apa yang kita pelajari disana. Akan
tetapi menurut teman-teman kelompok saya perpustakaan disana sudah tertata
cukup rapi dan mempunyai computer. Di SMKN 11 juga mempunayi program Sistem
Informasi yang berguna untuk kegiatan di perpustakaan namun karena pustakawan
sebelumnya mengundurkan diri maka pustakawan yang baru sekarang tidak mengerti
apapun tentang program system informasi ini. Saya mengerti tentang perpustakaan
ini dari teman-teman saya yang pergi ke perpustakaan tersebut,pada waktu itu
saya tidak bisa ikut pergi ke perpustakaan karena ada pekerjaan kelompok
lainnya. Sedangkan kunjungan kelompok kami yang ke 2 perpustakaan tersebut
ditutup.
Menurut saya seorang
pustakwan harus mempunyai kecintaan terhadap buku,mempunyai integritas yang
baik,mampu dan mau mengembangkan perpustakaan ke arah yang lebih baik dan
nyaman sehingga disukai oleh semua kalangan, tidak mudah marah dan mau membantu
semua orang yang kesulitan dalam mencari koleksi perpustakaan, dan kejujuran
dalam melakukan segala aktivitas perpustakaan(tidak
mencuri,merusak,menghilangkan,berbohong, etc.
Mempunyai skill di bidang sebagai berikut:
Ø
Evaluation skills
Ø
IT skills
Ø
Preservation methods
Ø
Skill administrasi (pembayaran,mencatat
report,etc)
Ø
Visi,misi, dan tujuan
Ø
Mengerti tentang buku
Ø
Melayani kebutuhan customer
Ø
Communications skills
Ø
Creative thinking
Menurut
saya dan teman-teman saya bependapat bahwa perpustakaan tersebut sudah cukup
bagus karena sudah mempunyai program sistem informasi dan teknologi yang
memadai. Karena saya belum melakukan service learning maka saya belum bisa
berpendapat mengenai perpustakaan tersebut.
Pada waktu saya melakukan kunjungan ke SMA
negeri 10 Surabaya,saya melihat banyak siswa siswi disana melakukan tindak
kasar seperti ngomong kotor(jancok,asu dll), tidak adanya sopan santun dalam
menghormati orang lain(perbedaan ras), dan juga banyak pegawai/guru-guru disana
tidak peduli terhadap tamu-tamu luar lainnya(sibuk sendiri-sendiri). Saya
merasa tidak nyaman dan jengkel karena sifat siswa siswi maupun sifat guru
pegawai yang ada di sekolah tersebut.
Kalau dilihat dari
informasi mengenai perpustakaan di SMKN 11 dari teman-teman kelompok saya
disana saya melihat sudah tertata cukup rapi buku-bukunya walaupun masih ada
buku yang belum diolah(tampak tidak terawat) sehingga tampak tidak bersih.
Seharusnya buku-buku yang belum diolah tersebut di kelompokan dalam
kardus/kotak sesuai dengan jenis bukunya sehingga membuatku merasa penuh dan
tidak nyaman. Kurangnya koleksi buku disana
dapat membuat kita malas ke perpustakaan lagi. Besarnya denda keterlambatan
pengembalian buku membuat kita takut meminjam buku ke perpustakaan. Seharusnya
dalam hal koleksi perpustakaan dapat membeli dan menambah koleksi buku
mereka,dan untuk masalah denda yang merupakan peraturan dari sekolah tersebut
dapat di revisi ulang karena dengan denda sperti itu membuat siswa siswi malas
dan takut untuk meminjam buku dari perpustakaan.
Teman saya juga setuju
mengenai kekurangan koleksi buku,denda, dan penataan buku karena menurut dia
suatu perpustakaan harus memperlihatkan image yang nyaman dan baik oleh karena
itu dalam service learning yang akan datang kami akan membantu dalam hal
mengajar mengenai program, belajar mengenai perpustakaan, dan membuat
perpustakaan yang nyaman.
Karena adanya ketidaknyamanan dalam
melakukan aktivitas di sekolah tersebut maka saya menjadi malas dalam melakukan
aktivitas yang ada di sekolah tersebut. Seperti tidak adanya sopan santu etc
membuat saya merasa jengkel. Saya berharap di kemudian hari supaya sekolah
tersebut dapat berubah menjadi sekolha yang mempunayi visi dan misi yang baik
dalam segala hal. Saya akan sering pergi ke perpustakaan untuk membaca buku
baik itu untuk pengetahuan umum ataupun pengetahuan yang lebih specific. Saya
juga akan membantu dalam proses pembelajaran mengenai program system
informasi,belajar mengenai penataan buku,mengklasifikasi buku sehingga dapat
membuat perpustakaan menjadi nyaman. Aku juga akan memberikan buku-buku yang
tidak kupakai lagi sebagai sumbangan pribadi
Tjindrata (26409060)
Saya masih belum
melakukan service learning, karena itu saya masih belum tahu apa saja yang
didapat dari kegiatan service learning tersebut. Ketika
kunjungan tim yang pertama ke SMKN 11, saya tidak bisa ikut karena harus
mengurus masalah mobil saya. Tapi menurut teman – teman saya, perpustakaan di
sana sudah memiliki sistem informasi, memiliki rak – rak buku, rak – rak untuk
menaruh barang – barang siswa bahkan sudah melakukan labelling. Namun karena
petugas perpustakaan yang bertugas di sana bukan seorang pustakawan, ia tidak
bisa mengoperasikan sistem informasi tersebut dengan baik sehingga sistem
tersebut akhirnya tidak terpakai. Berdasarkan informasi tadi, saya menyadari
bahwa ternyata sistem informasi tidaklah semudah itu langsung tanpa dipakai
siapapun tanpa pengajaran yang jelas dari pembuat sistem informasi tersebut.
Maka dari itu kelompok saya berencana untuk memepalajari cara kerja dari sistem
informasi tersebut dan mengajarkannya kepada petugas perpustakaan tersebut.
Saya merasa senang ketika
melakukan service learning, karena melakukan pembelajaran di luar kelas yang
berarti tidak terlalu teoritis dan bersifat praktik langsung. Di sisi lain
service learning juga menolong orang lain untuk lebih maju, saya merasakan puas
bila dapat membantu orang lain. Tapi juga sedikit ada perasaan sedih ketika
datang di sana karena beberapa siswanya ada yang tidak menerima kita dengan
baik. Perbedaan ras yang menjadi penyebabnya. Saya harap setelah service
learning ini selesai siswa – siswa tersebut sadar bahwa meskipun kita berbeda
ras, tetapi kita tetap mengasihi dan mau menolong mereka dalam memajukan
perpustakaan mereka. Saya merasa teman – teman saya juga sangat menyenangkan.
Mereka benar – benar teman – teman yang dapat diandalkan, mereka mengerjakan
segala sesuatu dengan cepat dan tepat, ahli – ahli dalam menulis blog serta ahli
berbicara. Saya benar – benar merasa tidak bisa apa – apa, tapi saya akan
berusaha melakukan apapun yang saya bisa untuk kelompok ini. Perasaan teman –
teman saya sepertinya sih senang – senang saja.
Berdasarkan informasi dan
kesimpulan yang saya dapatkan tadi, ternyata membuat sistem informasi yang baik
tidaklah semudah itu. Karena itu, saya akan berusaha membuat sistem informasi
yang mudah digunakan oleh user serta membuat manual bagaimana menggunakan
sistem informasi tersebut.
Ervina Utami Limpo (26409080)
Selama
service learning ini, kami baru melakukan evaluasi kesanan sebanyak 2 kali,
yaitu ke perpustakaan dan ke kepala sekolahnya. Sewaktu kami ke perpustakaan
disana saya lihat perpustakaannya rapi, tapi buku-bukunya tidak rapi. Rak-rak
nya tidak ada label, orang bisa bingung mencari buku kalau seperti itu. Dan
mungkin karena masih perpustakaan sekolah yang kecil, maka mungkin dipikirnya
tidak perlu pakai papan nama di rak. Tapi kalau seperti itu, pengguna yang mau
mencari koleksi buku juga bisa bingung, dan harus mencari satu-persatu jika
belum familiar dengan perpustakaan itu. Lalu disitu juga ada beberapa unit
komputer, tapi katanya belum pernah dipakai. Sungguh sayang sekali, karena
sudah dibeli tetapi tidak dimanfaatkan. Padahal kalau bisa dimanfaatkan segera,
justru bagus dan dapat mendukung siswa-siswi nya yang jurusan seni, dan bisa
memakai komputernya untuk desain atau mencari referensi-referensi buku.
Melihat
hal itu, saya jadi ingin memperbaiki perpustakaan mereka agar jadi seperti perpustakaan
kami di UK Petra, dimana saya bisa suka berada di perpustakaan dan menjadi
rumah kedua di kampus. Perpustakaan bisa menjadi menyenangkan jika kita tahu
cara menggunakannya yang benar dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Lebih
menyenangkan lagi kalau kita bisa terlibat memberikan sesuatu bagi
perpustakaan.
Di
kuliah SIP ini saya jadi tahu ternyata kita bisa terlibat langsung pada proses
perpustakaan, meskipun kita sebagai pengguna tidak tahu secara langsung, tapi
dengan adanya web 2.0, kita bisa terlibat dalam proses berkembangnya
perpustakaan. Kita juga jadi bisa memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi
kebutuhan kita yang sebelumnya tidak disediakan. Hal inilah yang ingin saya
coba wujudkan untuk perpustakaan SMKN 11 agar perpustakaan mereka bisa
selangkah lebih maju seperti perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi dan
dapat mendukung siswa-siswi mereka sepenuhnya dalam bakat dan minat.
Jessica Florencia
(26409083)
Selama
pembelajaran mata kuliah Sistem Informasi Perpustakaan, saya mendapat pelajaran
yang lebih mendalam mengenai sistem dari sebuah Perpustakaan yang dimana
ternyata sistem sebuah Perpustakaan itu, adalah hal yang kompleks. Mata Kuliah
ini juga memberi pengalaman untuk terjun langsung melihat realita sistem
Perpustakaan melalui Service Learning (kunjungan
ke Perpustakaan lain). Service Learning
dilakukan secara kelompok. Tempat Service
Learning kelompok saya adalah Perpustakaan SMKN 11 yang terletak di jalan
Siwalankerto Permai 1A, Surabaya.
Pada
kunjungan pertama, kami meminta izin kepada penjaga perpustakaan yang ada
disana, mensurvei kondisi perpustakaan disana. Hal pertama yang saya temukan
adalah tidak adanya pustakawan yang mengelola perpustakaan tersebut, sistem
peminjaman dan pengembalian buku yang masih manual yang dimana sebenarnya
perpustakaan ini dulunya pernah menggunakan sistem berbasis Web, tetapi
semenjak ditinggal oleh pustakawannya, penggunaan sistem berbasis Web tersebut
pun di tinggalkan, dari hal tersebut saya berkeinginan untuk membuatkan sebuah
program sistem peminjaman dan pengembalian yang lebih mudah dipahami dan dapat
dipakai bukan hanya oleh pustakawan tetapi juga orang awan sekalipun, dan
dengan adanya sistem terkomputerisasi tersebut harapan saya sistem peminjaman
dan pengembalian buku bisa ter-maintenance
dengan baik. Hal kedua, saya menemukan tidak adanya klasifikasi rak yang jelas,
rencana kedepannya saya akan membuatkan klasifikasian rak yang lebih jelas yang
dapat memudahkan pengguna perpustakaan dalam mencari buku yang diinginkan.
Selain,
menjalankan Service Learning di
Perpustakaan lain, saya juga mengunjungi dan menganalisa layanan yang ada pada
Perpustakaan Universitas saya sendiri. Dan betapa kurang sadarnya saya, bahwa
Perpustakaan Universitas saya sudah memiliki sistem yang begitu baik. Oleh
karenanya, saya harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas yang telah
diberikan oleh Universitas saya dengan tujuan memperdalam ilmu pengetahuan.
Lalu, saya juga akan menggunakan layanan referensi untuk memperoleh jurnal
on-line, e-books yang menunjang
proses perkuliahan saya. Selain fungsi akademis, saya akan memanfaatkan fungsi
rekreasi perpustakaan Universitas saya yaitu adanya audio visual, koleksi
film-film yang bersifat menghibur juga memperluas pengetahuan. Disamping itu
semua, saya juga ingin berpartisipasi mengembangkan peran perpustakaan sebagai collector dengan cara aktif mengusulkan
buku-buku yang memang diperlukan untuk kebutuhan pengunjungnya sebagai penambah
koleksi perpustakaan.
Helen Puspa (26409112)
Selama
saya mengikuti kuliah sistem informasi perpustakaan ini sangat banyak hal baru
yang saya dapatkan tentang perpustakaan. Disini kelompok saya juga melaksanakan
service learning ke SMKN 11. Disini kita berusaha membantu sekolah ini untuk
memperbaiki sistem perpustakaan mereka, perpustakaan SMJN 11 ini mungkin tidak
sebesar perpustakaan Universitas Kristen Petra, tetapi mereka memiliki beberapa
buku yang pastinya berguna untuk mendukung pembelajaran para siswanya. Yang sangat disayangkan adalah mereka tidak
ada yang dapat menggunakan sistem informasi yang sudah ada, sehingga software
tersebut tidak ada yang mengetahui dimana letaknya.
Saya melihat bahwa proses pengolahan
buku tersebut juga tidak gampang, mereka harus mengetahui dan membuat kode dari
setiap buku yang ada. Kode sari setiap buku tidak boleh sama, untuk proses
peminjaman pun harus teliti dan data harus tersimpan rapi sehingga buku – buku
tidak hilang dan jelas siapa peminjamnya.
Walaupun perpustakaan SMKN 11 ini
tidak terlalu besar, tetapi ada beberapa siswa yang datang untuk meminjam buku
di perpustakaan ini. Paling tidak perpustakaan ini cukup membantu mereka. Saat melihat ini saya merasa bahwa kita
sebagai mahasiswa Universitas Kristen Petra yang memiliki perpustakaan besar
dan koleksi buku yang lumayan lengkap harusnya lebih bisa mensyukuri dan
memanfaatkan fasilitas yang ada, karena pastinya sangat berguna untuk setiap
kita, karena banyak sekali buku yang menarik yang bisa dipinjam di
perpustakaan. Dan sebagai mahasiswa Universitas Kristen Petra kita bisa meminjam
dengan gratis tanpa perlu membayar biaya keanggotaan lagi, bukankah ini berarti
adalah waktu kita untuk lebih rajin meminjam buku di perpustakaan.
Saya sering berpikiran untuk
membantu dalam proses pembuatan sistem di perpustakaan itu sendiri,agar semua
yang ada di perpustakaan ini dapat berjalan dengan lancar dan teratur tentunya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
